pgsdkreatif
sampai saat ini nama saya masih Pelangi, terdaftar sebagai salah-satu mahasiswa PGSD di Universitas Perjuangan Tasikmalaya. blog ini berisi curhatan aku yang mungkin unfaedah, dan beberapa tugas kuliah yang in sya allah dapat membantu teman-teman seperjuangan selaku mahasiswa PGSD.
Sunday, 3 June 2018
makalah analisa butir soal
contoh kisi-kisi angket
contoh angket disiplin
Wednesday, 29 March 2017
artikel media pembelajaran
Abstrak
Media pembelajaran merupakan bagian
yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Dengan media pembelajaran proses
belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Media pembelajaran
yang digunakan oleh guru harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
Selain itu, guru harus menyesuaikan media pembelajaran yang akan digunakan
dengan daya tangkap siswa, karena setiap siswa memiliki karakteristik yang
berbeda dalam menangkap materi pelajaran yang disampaikan, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Media pembelajaran bertujuan untuk
meningkatkan daya kreativitas siswa, dan keaktifan siswa dalam proses
pembelajaran. Media pembelajaran juga sangat bermanfaat bagi guru dan siswa,
karena dengan media pembelajaran guru dan siswa dapat dengan mudah menjalankan proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Kata
kunci : Media pembelajaran, tujuuan media
pembelajaran. manfaat media pembelajaran.
A.
Pendahuluan
Pendidikan
adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang
disertai tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik yang mempunyai sifat
dan tabiat sesuai cita-cita pendidikan ( Daryanto, 2010:1).
Di
era modern ini sistem pembelajaran semkin canggih, salah-satunya yaitu dengan
adanya TIK ( teknologi informasi dan komunikasi) yang dapat digunakan sebagai
media pembelajaran yang membantu dalam berjalannya proses pembelajaran, oleh
karena itu guru harus selalu mengikuti perkembangan zaman agar proses
pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.
Kecenderungan pembelajaran yang membosankan sering terjadi di dunia pendidikan.
Hal tersebut terjadi karena cara penyampaian guru terlalu monoton sehingga murid
merasa bosan. Dampak dari terjadinya rasa bosan sangat berbahaya karena hasil
dari proses pembelajaran tidak akan maksimal. Penyelenggaraan pendidikan pada
dasarnya bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berkualitas. Berbagai
upaya telah dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, diantaranya
dengan melakukan peningkatan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran
yang terjadi di dalam kelas dapat berlangsung dengan baik (efektif, efisien dan
menarik), jika seorang guru dapat melakukan perubahan dalam menyampaikan
informasi yang kreatif. Oleh karena itu, guru harus memiliki wawasan yang luas
dan mampu memanfatkan teknologi modern (TIK), untuk dijadikan sebagai sunber
belajar dan media pembelajaran.
Media
pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran (Sumiati dan
Asra, 2007: 159). Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium
dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari
pengirim menuju penerima.
Dalam
artikel ini akan dibahas tentang definisi media pembelajaran dan TIK,
jenis-jenis media pembelajaran, syarat-syarat pembuatan media pembelajaran,
tujuan adanya media pembelajaran, dan manfaat media pembelajaran bagi guru dan
siswa.
B.
Pembahasan
1.
Definisi
Media Pembelajaran dan TIK
Kata
media berasal dari bahasa Latin yaitu jamak dari kata medium yang secara
harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Media adalah perantara
atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2002: 6).
Sedangkan menurut Latuheru (1988: 14), menyatakan bahwa media pembelajaran
adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar
dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa
dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
Teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi
dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi
meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat
bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi
adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena
itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang
tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung
pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan,
manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer
(baik perangkat keras
maupun perangkat lunak)
dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20.
2.
Jenis-jenis
Media Pembelajaran
Media
pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang paling sederhana, murah,
canggih, hingga mahalpun ada. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan
adapula yang harus dibeli. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung
dimanfaatkan, adapula yang harus dirancang terlebih dahulu. Namun dari berbagai
macam media pembelajaran yang telah disebutkan di atas, secara garis besar
media pembelajaran dapat kita golongkan menjadi dua macam, yaitu media cetak, dan media pembelajaran berbasis
TIK.
Cetak adalah segala bentuk media yang
dicetak baik secara massal atau
tidak, biasanya berupa
kertas berisi pengetahuan
dan maksud yang ingin diutarakan oleh penulis. Contohnya: Buku
pelajaran, ensiklopedia, modul, pamflet, dll.
Media pembelajaran berbasis teknologi
contohnya seperti : kompuer (internet), peralatan audio (kaset audio, rekaman,
dll), peralatan visual (overhead
Projector, Slide, Slide
presentasi, Gambar/foto, Video, rekaman dari TV, Video CD/DVD, dll).
Selain itu, Hardjito mengatakan beberapa
jenis media pembelajaran:
1. Cetak
2. Transparansi
(Slide Presentasi)
3. Audio
4. Slide Suara
5. Video
3.
Tujuan
Media Pembelajaran
Tujuan
dari adanya media pembelajaran antara lain, yaitu:
1. Memberikan
kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep, prinsip, dan
ketrampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut sifat
bahan ajar.
2. Memberikan
pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat
dan motivasi peserta didik untuk belajar.
3. Menumbuhkan sikap dan ketrampilan tertentu
dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau
mengoperasikan media tertentu.
4. Memperjelas
informasi atau pesan pembelajaran.
4.
Manfaat
Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki manfaat
bagi guru dan siswa antara lain sebagai berikut:
Manfaat media pembelajaran bagi guru antara lain:
1. Dapat
menjelaskan materi pembelajaran atau obyek yang abstrak menjadi konkrit;
2. Mempermudah
dan mempercepat guru menyajikan materi pembelajaran sehingga siswa dapat
mengerti. Dngan bantuan media pembelajaran guru dapat dengan mudah menyampaikan
materi.
3. Mengatasi
keterbatasan waktu, ruang daan indera;
a.
Mengatasi keterbatasan ruang
Guru
dapat menjelaskan materi pembelajaran yang berupa objek yang terlalu besar dengan
membawa maket atau bangunan yang lebih kecil.
b.
Mengatasi keterbatasan waktu
Guru
dapat menjelaskan materi pembelajaran yang sudah terjadi di masa lalu dngan
menggunkan media televisi atau rekaman
c. Mengatasi keterbatasan indera
Guru
dapat membantu siswa dalam memberikan materi tentang hal-hal yang sangat kecil
atau yang sangat besar dengan menggunakan media mikroskop. Selain itu guru
dapat mempermudah siswa mempelajari hal-hal yang gerakannya terlalu cepat
Manfaat
media pembelajaran bagi siswa antara lain:
1. Siswa
dapat mempelajari materi yang telah dipelajari secara berulang-ulang.
2. Siswa
dapat belajar secara individual, kelompok dan klasikal
3. Materi
pembelajaran akan mudah diingat dan mudah diungkapkan kembali oleh siswa.
Semakin banyak indera yang digunakan maka materi yang disampaikan akan semakin
lama diingat dan dipahami.
5.
Hubungan
Media Pembelajaran dan TIK
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya
dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya
penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari
pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3)
dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas
jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media
pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon,
komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa
tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan
menggunakan media-media tersebut.
Dengan menggunakan media yang berbasis
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan siswa dan guru dapat
memanfaatkannya untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, saling tukar menukar
informasi secara efisien dan efektif, serta akan dengan cepat mendapatkan ide
dan pengalaman belajar. Selain itu, dengan menggunakan media pembelajaran
berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pengetahuan dan pemahaman siswa
akan bertambah karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan
mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa
dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa
implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Bentuk-Bentuk Produk Pembelajaran Berbasis TIK
1.
Presentasi Power Point.
Ini adalah bentuk yang paling
sederhana dan paling mudah sehingga
paling banyak dipergunakan oleh kebanyakan guru dalam proses pembelajaran.
Hendaknya, setiap guru paling tidak mempunyai kemampuan untuk membuat materi
ajar dalam bentuk presentasi Power Point ini. Meskipun paling sederhana, Power
Point memberikan fasilitas yang cukup hebat untuk membuat media ajar. Justru
dengan kesederhanaan ini lah yang menyebabkan hal ini sangat mudah dipelajari.
Apakah hasilnya menjadi sangat sederhana? Belum tentu. Dengan kreatifitas
lebih, Power Point dapat dioptimalkan dengan baik untuk membuat paket media
ajar yang berkualitas.
2.
CD Media Ajar Berbasis HTML.
Ketika kita membeli majalah-majalah
komputer, sering kali kita mendapatkan CD yang begitu kita masukkan ke dalam CD
ROM, dia langsung nge-load internet browser dan menampilkan menu dan
konten CD tersebut. Bahasa HTML adalah bahasa yang biasanya dipergunakan dalam
menampilkan halaman web. Halaman HTML dapat dibuat dengan mudah dibuat.
Tentunya, akan sangat tergantung kepada yang bersangkutan dalam membuat
tampilan. Setiap topik atau bahasan yang berhubungan dapat dengan mudah
dihubungkan dengan link (hyperlink). Sama persis dengan halaman web, namun
sekarang kita buat dalam bentuk CD. Caranyapun sangat mudah, kumpulkan semua
materi kerja dalam satu folder. Seluruh folder ini harus tercopy ke dalam CD
dengan letak file dan struktur folder yang sama persis dengan saat pembuatan.
Jangan lupa mengemas CD tersebut dalam bentuk autorun CD. Caranya pun juga
sangat mudah, cukup dengan menambahkan file ‘autorun.inf’, definisikan file
inisiasi yang akan dibuka dengan file tersebut.
3. Video Pembelajaran.
Prinsipnya adalah, CD pembelajaran
itu nanti berupa video hasil rekaman aktifitas pembelajaran yang direkam dan
ditampilkan dalam bentuk video. Karena bentuknya video, maka dia akan mengalir
seperti orang nonton film. Tidak ada fasilitas interlinking dalam film tadi.
Bahan video bisa berasal dari rekaman anda yang seolah-olah sedang mengajar di
lab, sedang mengerjakan workshop, rekaman desktop dengan Camtasia, atau bisa
juga mencari dari situs-situs social video hosting seperti youtube.com,
teacherstube.com, metacafe.com, dan sebagainya. Kemudian, potongan-potongan
video diolah dengan perangkat lunak video editting (misalnya ULead Video
Editor), ditambahi elemen text, diberikan efek-efek, dan juga perlu diberikan
dubbing suara guru. Perangkat yang dibutuhkan diantaranya kamera digital dan
handycam (kalo tidak ada, mungkin camera handphone pun juga bisa, dengan
kualitas terbatas).
4.
Multimedia Pembelajaran Interaktif.
Secara etimologis multimedia berasal
dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan
medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau
membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic
Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan
mempresentasikan informasi.
C.
Penutup
Media
pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa
sehingga proses komunikasi antara pemberi informasi (guru) dan penerima
informasi (siswa) dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Media
pembelajaran ini bisa menggunakan media cetak, atau media pembelajaran berbasis
teknologi (TIK) yang dapat meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran.
Sumber
Azhar
Arsyad, media pembelajaran. (Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 2007).
http://rinayunanta.blogspot.co.id/2012/01/media-pembelajaran-berbasis-tik.htmlhttps://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
resume konsep dasar inovasi pendidikan
Nama: Ai Eliska
Kelas/SMT : PGSD/IV A
NIM : 1501020044
Konsep Dasar Inovasi Pendidikan
Kata ”innovation” (bahasa Inggris)
sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan (S. Wojowasito,
1972), tetapi ada yang menjadikan kata innovation menjadi kata Indonesia
yaitu ”inovasi”. Inovasi kadang-kadang juga dipakai untuk menyatakan penemuan,
karena hal yang baru itu hasil penemuan. Kata penemuan juga sering digunakan
untuk menterjemahkan kata dari bahasa Inggris ”discovery” dan ”invention”. Ada
juga yang mengkaitkan antara pengertian inovasi dan modernisasi, karena
keduanya membicarakan usaha pembaharuan.
Timbulnya inovasi didalam pendidikan disebabkan
oleh adanya persoalan dan tantangan yang perlu dipecahkan dengan pemikiran baru yang mendalam dan progresif. Inovasi
pendidikan merupakan upaya dasar untuk memperbaiki aspek-aspek pendidikan agar
lebih efektif dan efisien.
Sebelum membahas tentang pengertian
inovasi pendidikan, untuk memperluas wawasan maka kita perlu mengetahui
terlebih dahulu tentang pengertian discovery, invention, innovation,
modern, modernisasi, dan difusi
karena istilah-istilah ini sangat berkaitan dengan inovasi pendidikan. Untuk
lebih jelasnya marilah kita bahas istilah-istilah tersebut tersebut satu persatu.
a.
Diskoveri (discovery) adalah
penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Contoh bentuk bumi itu
bulat.
b.
Invensi (invention) adalah
penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda
atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan
dengan hasil kreasi baru. Contoh model pembelajaran.
c.
Inovasi (innovation) dipahami
sebagai “creating of something new” artinya penciptaan sesuatu yang baru. Contoh perubahan kurikulum.
d.
Modern dapat diartikan sebagai
sesuatu yang baru, dalam arti lebih maju atau lebih baik dari yang sudah ada. Contoh penggunaan kerbau dirubah menjadi traktor.
e.
Modernisasi ditandai dengan proses
perubahan yang sangat cepat dengan melibatkan industrialisasi, urbanisasi, dari
suatu masyarakat primitif menuju masyarakat berperadaan. Contoh peralihan masyarakat menjadi masyarakat industry dan informasi.
f.
Difusi merupakan proses
mengomunikasikan inovasi melalui saluran tertentu, dalam waktu tertentu di
dalam sistem sosial. Contoh di Indonesia terdapat
banyak kata serapan dari luar negri yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
g.
Inovasi Pendidikan adalah suatu
perubahan baru yang bersifat kualitatif, sengaja diusahakan untuk meningkatkan
kemampuan guna untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Jadi, dari
beberapa uraian yang telah disebutkan di atas dapat dikemukakan bahwa inovasi
pendidikan pada dasarnya merupakan suatu perubahan atau pemikiran cemerlang di
bidang pendidikan yang bercirikan hal-hal baru dari suatu hasil olah-pikir dan
olah-teknologi yang sengaja diterapkan melalui tahapan tertentu dan diyakini
untuk memecahkan persoalan pendidikan yang timbul untuk memperbaiki suatu
keadaan pendidikan ataupun proses pendidikan tertentu yang terjadi di
masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Djam’an Satori, Udin Syefudin
Sa’ud. (2007). Modul
Inovasi Pendidikan Dasar.
Bandung: Program Magister Pendidikan Dasar SPS. UPI.
Bandung.
Hernawan,A.H. dan Susilana, Rudi. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: UPI
Press.
Sweetcher. (2015) Konsep Dasar Inovasi Pendidikan [Online]. Tersedia : http://sweetcher.blogspot.co.id/2015/01/konsep-dasar-inovasi-pendidikan.
[15 Maret 2017].
Nurfadila, Anugrah. (2013) Konsep Dasar Inovasi Pendidikan [Online]. Tersedia: https://anugrahnurfadila.wordpress.com/2013/06/12/konsep-dasar-inovasi-pendidikan/ [19 Maret 2017].
Sunarto. (2013). ”Paradigma Nahdlatul Ulama Terhadap
Modernisasi”. Jurnal Sosiologi Islam.
Vol 13 No 2. 52-74.
Mulyadi, Sima.
(2006). “Inovasi Kependidikan Anak Berkebutuhan Khusus Berwawasan Kewirausahaan
Sejak Usia Dini”. Jurnal Pendidikan
Khusus. Vol 2 No 1. 149-150.
Widjajanti,D.B.
et al (2013). “Difusi Inovasi Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Kepada
Guru Matematika SMP Di Kabupaten Sleman Melalui Lesson Study”. Difusi Inovasi Pendidikan Matematika
Realistik Indonesia Kepada Guru Matematika SMP. Vol 17 No 1.37-38.
Subscribe to:
Posts (Atom)