bismillahirrrahmaanirrahiim.....
awali harimu dengan bacaan basmalah, semoga kita selalu dalam lindungan ALLAH SWT. aamiin.
sampai saat ini nama saya masih Pelangi, terdaftar sebagai salah-satu mahasiswa PGSD di Universitas Perjuangan Tasikmalaya. blog ini berisi curhatan aku yang mungkin unfaedah, dan beberapa tugas kuliah yang in sya allah dapat membantu teman-teman seperjuangan selaku mahasiswa PGSD.
Wednesday, 29 March 2017
artikel media pembelajaran
Abstrak
Media pembelajaran merupakan bagian
yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Dengan media pembelajaran proses
belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Media pembelajaran
yang digunakan oleh guru harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
Selain itu, guru harus menyesuaikan media pembelajaran yang akan digunakan
dengan daya tangkap siswa, karena setiap siswa memiliki karakteristik yang
berbeda dalam menangkap materi pelajaran yang disampaikan, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Media pembelajaran bertujuan untuk
meningkatkan daya kreativitas siswa, dan keaktifan siswa dalam proses
pembelajaran. Media pembelajaran juga sangat bermanfaat bagi guru dan siswa,
karena dengan media pembelajaran guru dan siswa dapat dengan mudah menjalankan proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Kata
kunci : Media pembelajaran, tujuuan media
pembelajaran. manfaat media pembelajaran.
A.
Pendahuluan
Pendidikan
adalah usaha sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang
disertai tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik yang mempunyai sifat
dan tabiat sesuai cita-cita pendidikan ( Daryanto, 2010:1).
Di
era modern ini sistem pembelajaran semkin canggih, salah-satunya yaitu dengan
adanya TIK ( teknologi informasi dan komunikasi) yang dapat digunakan sebagai
media pembelajaran yang membantu dalam berjalannya proses pembelajaran, oleh
karena itu guru harus selalu mengikuti perkembangan zaman agar proses
pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.
Kecenderungan pembelajaran yang membosankan sering terjadi di dunia pendidikan.
Hal tersebut terjadi karena cara penyampaian guru terlalu monoton sehingga murid
merasa bosan. Dampak dari terjadinya rasa bosan sangat berbahaya karena hasil
dari proses pembelajaran tidak akan maksimal. Penyelenggaraan pendidikan pada
dasarnya bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berkualitas. Berbagai
upaya telah dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, diantaranya
dengan melakukan peningkatan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Pembelajaran
yang terjadi di dalam kelas dapat berlangsung dengan baik (efektif, efisien dan
menarik), jika seorang guru dapat melakukan perubahan dalam menyampaikan
informasi yang kreatif. Oleh karena itu, guru harus memiliki wawasan yang luas
dan mampu memanfatkan teknologi modern (TIK), untuk dijadikan sebagai sunber
belajar dan media pembelajaran.
Media
pembelajaran merupakan bagian integral dalam sistem pembelajaran (Sumiati dan
Asra, 2007: 159). Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium
dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari
pengirim menuju penerima.
Dalam
artikel ini akan dibahas tentang definisi media pembelajaran dan TIK,
jenis-jenis media pembelajaran, syarat-syarat pembuatan media pembelajaran,
tujuan adanya media pembelajaran, dan manfaat media pembelajaran bagi guru dan
siswa.
B.
Pembahasan
1.
Definisi
Media Pembelajaran dan TIK
Kata
media berasal dari bahasa Latin yaitu jamak dari kata medium yang secara
harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Media adalah perantara
atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, 2002: 6).
Sedangkan menurut Latuheru (1988: 14), menyatakan bahwa media pembelajaran
adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar
dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa
dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
Teknologi informasi dan komunikasi
(TIK) mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi
dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi
meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat
bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi
adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena
itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang
tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung
pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan,
manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.
Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer
(baik perangkat keras
maupun perangkat lunak)
dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20.
2.
Jenis-jenis
Media Pembelajaran
Media
pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang paling sederhana, murah,
canggih, hingga mahalpun ada. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan
adapula yang harus dibeli. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung
dimanfaatkan, adapula yang harus dirancang terlebih dahulu. Namun dari berbagai
macam media pembelajaran yang telah disebutkan di atas, secara garis besar
media pembelajaran dapat kita golongkan menjadi dua macam, yaitu media cetak, dan media pembelajaran berbasis
TIK.
Cetak adalah segala bentuk media yang
dicetak baik secara massal atau
tidak, biasanya berupa
kertas berisi pengetahuan
dan maksud yang ingin diutarakan oleh penulis. Contohnya: Buku
pelajaran, ensiklopedia, modul, pamflet, dll.
Media pembelajaran berbasis teknologi
contohnya seperti : kompuer (internet), peralatan audio (kaset audio, rekaman,
dll), peralatan visual (overhead
Projector, Slide, Slide
presentasi, Gambar/foto, Video, rekaman dari TV, Video CD/DVD, dll).
Selain itu, Hardjito mengatakan beberapa
jenis media pembelajaran:
1. Cetak
2. Transparansi
(Slide Presentasi)
3. Audio
4. Slide Suara
5. Video
3.
Tujuan
Media Pembelajaran
Tujuan
dari adanya media pembelajaran antara lain, yaitu:
1. Memberikan
kemudahan kepada peserta didik untuk lebih memahami konsep, prinsip, dan
ketrampilan tertentu dengan menggunakan media yang paling tepat menurut sifat
bahan ajar.
2. Memberikan
pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat
dan motivasi peserta didik untuk belajar.
3. Menumbuhkan sikap dan ketrampilan tertentu
dalam teknologi karena peserta didik tertarik untuk menggunakan atau
mengoperasikan media tertentu.
4. Memperjelas
informasi atau pesan pembelajaran.
4.
Manfaat
Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki manfaat
bagi guru dan siswa antara lain sebagai berikut:
Manfaat media pembelajaran bagi guru antara lain:
1. Dapat
menjelaskan materi pembelajaran atau obyek yang abstrak menjadi konkrit;
2. Mempermudah
dan mempercepat guru menyajikan materi pembelajaran sehingga siswa dapat
mengerti. Dngan bantuan media pembelajaran guru dapat dengan mudah menyampaikan
materi.
3. Mengatasi
keterbatasan waktu, ruang daan indera;
a.
Mengatasi keterbatasan ruang
Guru
dapat menjelaskan materi pembelajaran yang berupa objek yang terlalu besar dengan
membawa maket atau bangunan yang lebih kecil.
b.
Mengatasi keterbatasan waktu
Guru
dapat menjelaskan materi pembelajaran yang sudah terjadi di masa lalu dngan
menggunkan media televisi atau rekaman
c. Mengatasi keterbatasan indera
Guru
dapat membantu siswa dalam memberikan materi tentang hal-hal yang sangat kecil
atau yang sangat besar dengan menggunakan media mikroskop. Selain itu guru
dapat mempermudah siswa mempelajari hal-hal yang gerakannya terlalu cepat
Manfaat
media pembelajaran bagi siswa antara lain:
1. Siswa
dapat mempelajari materi yang telah dipelajari secara berulang-ulang.
2. Siswa
dapat belajar secara individual, kelompok dan klasikal
3. Materi
pembelajaran akan mudah diingat dan mudah diungkapkan kembali oleh siswa.
Semakin banyak indera yang digunakan maka materi yang disampaikan akan semakin
lama diingat dan dipahami.
5.
Hubungan
Media Pembelajaran dan TIK
Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya
dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya
penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari
pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3)
dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas
jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media
pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon,
komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa
tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan
menggunakan media-media tersebut.
Dengan menggunakan media yang berbasis
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diharapkan siswa dan guru dapat
memanfaatkannya untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, saling tukar menukar
informasi secara efisien dan efektif, serta akan dengan cepat mendapatkan ide
dan pengalaman belajar. Selain itu, dengan menggunakan media pembelajaran
berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pengetahuan dan pemahaman siswa
akan bertambah karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan
mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa
dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan
Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa
implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Bentuk-Bentuk Produk Pembelajaran Berbasis TIK
1.
Presentasi Power Point.
Ini adalah bentuk yang paling
sederhana dan paling mudah sehingga
paling banyak dipergunakan oleh kebanyakan guru dalam proses pembelajaran.
Hendaknya, setiap guru paling tidak mempunyai kemampuan untuk membuat materi
ajar dalam bentuk presentasi Power Point ini. Meskipun paling sederhana, Power
Point memberikan fasilitas yang cukup hebat untuk membuat media ajar. Justru
dengan kesederhanaan ini lah yang menyebabkan hal ini sangat mudah dipelajari.
Apakah hasilnya menjadi sangat sederhana? Belum tentu. Dengan kreatifitas
lebih, Power Point dapat dioptimalkan dengan baik untuk membuat paket media
ajar yang berkualitas.
2.
CD Media Ajar Berbasis HTML.
Ketika kita membeli majalah-majalah
komputer, sering kali kita mendapatkan CD yang begitu kita masukkan ke dalam CD
ROM, dia langsung nge-load internet browser dan menampilkan menu dan
konten CD tersebut. Bahasa HTML adalah bahasa yang biasanya dipergunakan dalam
menampilkan halaman web. Halaman HTML dapat dibuat dengan mudah dibuat.
Tentunya, akan sangat tergantung kepada yang bersangkutan dalam membuat
tampilan. Setiap topik atau bahasan yang berhubungan dapat dengan mudah
dihubungkan dengan link (hyperlink). Sama persis dengan halaman web, namun
sekarang kita buat dalam bentuk CD. Caranyapun sangat mudah, kumpulkan semua
materi kerja dalam satu folder. Seluruh folder ini harus tercopy ke dalam CD
dengan letak file dan struktur folder yang sama persis dengan saat pembuatan.
Jangan lupa mengemas CD tersebut dalam bentuk autorun CD. Caranya pun juga
sangat mudah, cukup dengan menambahkan file ‘autorun.inf’, definisikan file
inisiasi yang akan dibuka dengan file tersebut.
3. Video Pembelajaran.
Prinsipnya adalah, CD pembelajaran
itu nanti berupa video hasil rekaman aktifitas pembelajaran yang direkam dan
ditampilkan dalam bentuk video. Karena bentuknya video, maka dia akan mengalir
seperti orang nonton film. Tidak ada fasilitas interlinking dalam film tadi.
Bahan video bisa berasal dari rekaman anda yang seolah-olah sedang mengajar di
lab, sedang mengerjakan workshop, rekaman desktop dengan Camtasia, atau bisa
juga mencari dari situs-situs social video hosting seperti youtube.com,
teacherstube.com, metacafe.com, dan sebagainya. Kemudian, potongan-potongan
video diolah dengan perangkat lunak video editting (misalnya ULead Video
Editor), ditambahi elemen text, diberikan efek-efek, dan juga perlu diberikan
dubbing suara guru. Perangkat yang dibutuhkan diantaranya kamera digital dan
handycam (kalo tidak ada, mungkin camera handphone pun juga bisa, dengan
kualitas terbatas).
4.
Multimedia Pembelajaran Interaktif.
Secara etimologis multimedia berasal
dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan
medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau
membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic
Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan
mempresentasikan informasi.
C.
Penutup
Media
pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian siswa
sehingga proses komunikasi antara pemberi informasi (guru) dan penerima
informasi (siswa) dapat berlangsung secara tepat guna dan berdayaguna. Media
pembelajaran ini bisa menggunakan media cetak, atau media pembelajaran berbasis
teknologi (TIK) yang dapat meningkatkan kreativitas guru dan siswa dalam proses
pembelajaran.
Sumber
Azhar
Arsyad, media pembelajaran. (Jakarta:
Raja Grafindo Persada, 2007).
http://rinayunanta.blogspot.co.id/2012/01/media-pembelajaran-berbasis-tik.htmlhttps://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_Informasi_Komunikasi
resume konsep dasar inovasi pendidikan
Nama: Ai Eliska
Kelas/SMT : PGSD/IV A
NIM : 1501020044
Konsep Dasar Inovasi Pendidikan
Kata ”innovation” (bahasa Inggris)
sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan (S. Wojowasito,
1972), tetapi ada yang menjadikan kata innovation menjadi kata Indonesia
yaitu ”inovasi”. Inovasi kadang-kadang juga dipakai untuk menyatakan penemuan,
karena hal yang baru itu hasil penemuan. Kata penemuan juga sering digunakan
untuk menterjemahkan kata dari bahasa Inggris ”discovery” dan ”invention”. Ada
juga yang mengkaitkan antara pengertian inovasi dan modernisasi, karena
keduanya membicarakan usaha pembaharuan.
Timbulnya inovasi didalam pendidikan disebabkan
oleh adanya persoalan dan tantangan yang perlu dipecahkan dengan pemikiran baru yang mendalam dan progresif. Inovasi
pendidikan merupakan upaya dasar untuk memperbaiki aspek-aspek pendidikan agar
lebih efektif dan efisien.
Sebelum membahas tentang pengertian
inovasi pendidikan, untuk memperluas wawasan maka kita perlu mengetahui
terlebih dahulu tentang pengertian discovery, invention, innovation,
modern, modernisasi, dan difusi
karena istilah-istilah ini sangat berkaitan dengan inovasi pendidikan. Untuk
lebih jelasnya marilah kita bahas istilah-istilah tersebut tersebut satu persatu.
a.
Diskoveri (discovery) adalah
penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Contoh bentuk bumi itu
bulat.
b.
Invensi (invention) adalah
penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda
atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan
dengan hasil kreasi baru. Contoh model pembelajaran.
c.
Inovasi (innovation) dipahami
sebagai “creating of something new” artinya penciptaan sesuatu yang baru. Contoh perubahan kurikulum.
d.
Modern dapat diartikan sebagai
sesuatu yang baru, dalam arti lebih maju atau lebih baik dari yang sudah ada. Contoh penggunaan kerbau dirubah menjadi traktor.
e.
Modernisasi ditandai dengan proses
perubahan yang sangat cepat dengan melibatkan industrialisasi, urbanisasi, dari
suatu masyarakat primitif menuju masyarakat berperadaan. Contoh peralihan masyarakat menjadi masyarakat industry dan informasi.
f.
Difusi merupakan proses
mengomunikasikan inovasi melalui saluran tertentu, dalam waktu tertentu di
dalam sistem sosial. Contoh di Indonesia terdapat
banyak kata serapan dari luar negri yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
g.
Inovasi Pendidikan adalah suatu
perubahan baru yang bersifat kualitatif, sengaja diusahakan untuk meningkatkan
kemampuan guna untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Jadi, dari
beberapa uraian yang telah disebutkan di atas dapat dikemukakan bahwa inovasi
pendidikan pada dasarnya merupakan suatu perubahan atau pemikiran cemerlang di
bidang pendidikan yang bercirikan hal-hal baru dari suatu hasil olah-pikir dan
olah-teknologi yang sengaja diterapkan melalui tahapan tertentu dan diyakini
untuk memecahkan persoalan pendidikan yang timbul untuk memperbaiki suatu
keadaan pendidikan ataupun proses pendidikan tertentu yang terjadi di
masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Djam’an Satori, Udin Syefudin
Sa’ud. (2007). Modul
Inovasi Pendidikan Dasar.
Bandung: Program Magister Pendidikan Dasar SPS. UPI.
Bandung.
Hernawan,A.H. dan Susilana, Rudi. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: UPI
Press.
Sweetcher. (2015) Konsep Dasar Inovasi Pendidikan [Online]. Tersedia : http://sweetcher.blogspot.co.id/2015/01/konsep-dasar-inovasi-pendidikan.
[15 Maret 2017].
Nurfadila, Anugrah. (2013) Konsep Dasar Inovasi Pendidikan [Online]. Tersedia: https://anugrahnurfadila.wordpress.com/2013/06/12/konsep-dasar-inovasi-pendidikan/ [19 Maret 2017].
Sunarto. (2013). ”Paradigma Nahdlatul Ulama Terhadap
Modernisasi”. Jurnal Sosiologi Islam.
Vol 13 No 2. 52-74.
Mulyadi, Sima.
(2006). “Inovasi Kependidikan Anak Berkebutuhan Khusus Berwawasan Kewirausahaan
Sejak Usia Dini”. Jurnal Pendidikan
Khusus. Vol 2 No 1. 149-150.
Widjajanti,D.B.
et al (2013). “Difusi Inovasi Pendidikan Matematika Realistik Indonesia Kepada
Guru Matematika SMP Di Kabupaten Sleman Melalui Lesson Study”. Difusi Inovasi Pendidikan Matematika
Realistik Indonesia Kepada Guru Matematika SMP. Vol 17 No 1.37-38.
makalah dasar pertimbangan pemilihan media pembelajaran
DASAR
PERTIMBANGAN
PEMILIHAN
MEDIA PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata
Kuliah
Media Pembelajaran dan TIK

Oleh :
(kelompok 5)
Ai Eliska (1501020044)
Tatan Rostandi (1501020009)
PROGRAM STUDI PENDIDIKANGURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PERJUANGAN
TASIKMALAYA
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Media pembelajaran
merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Dengan media pembelajaran proses belajar mengajar
dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Media pembelajaran yang digunakan oleh
guru harus sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Selain itu, guru harus memilih
dan menyesuaikan media pembelajaran yang akan
digunakan dengan daya tangkap siswa, karena setiap siswa memiliki karakteristik
yang berbeda dalam menangkap materi pelajaran yang disampaikan, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal.
Sehubungan dengan penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran, para tenaga
pengajar harus cermat dalam pemilihan media pembelajaran. Kecermatan dalam
pemilihan media pembelajaran akan menunjang efektivitas kegiatan pembelajaran.
Oleh karena itu pendidik dituntut untuk mengetahui bagaimana teknik pemilihan
media pembelajaran agar media yang digunakan dapat berfungsi sesuai dengan
kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
1.2
Batasan
Masalah
Penulis
membatasi pembahasan makalah ini pada materi dasar pertimbangan pemilihan media
pembelajaran.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang
masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
- Apa yang
menjadi faktor pertimbangan pemilihan media pembelajaran?
- Apa alasan
teoretis pertimbangan pemilihan media pembelajaran?
- Apa alasan
praktis pertimbangan pemilihan media pembelajaran?
1.4 Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas,
makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
- Faktor
pertimbangan pemilihan media pembelajaran;
- Alasan teoretis
pemilihan media pembelajaran;
- Alasan praktis
pemilihan media pembelajaran.
1.5 Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun
dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoretis maupun secara praktis.
Secara teoretis makalah ini
berguna sebagai pengembangan konsep mengenai perkembangan kognitif
anak sekolah dasar
Secara praktis makalah ini
diharapkan bermanfaat bagi:
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan
tentang dasar pertimbangan pemilihan media pembelajaran.
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang
dasar pertimbangan pemilihan media pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Kajian
Teoretis
2.1.1
Pengertian
Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum
adalah alat bantu proses belajar mengajar.
Sedangkan menurut
Latuheru (1988:14), media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang
digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi
komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna
dan berdaya guna.
Lebih lanjut, Menurut
Sudjana dan Rifa’i (Erlina, 2009: 2) media pembelajaran berfungsi agar pengajaran lebih menarik
siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, memperjelas makna bahan
pengajaran, metode pengajaran lebih bervariasi, dan siswa dapat melakukan
kegiatan belajar lebih banyak.
2.2
PEMBAHASAN
2.2.1 Faktor Pertimbangan
Pemilihan Media Pembelajaran
Media
pembelajaran dapat didefinisikan sebagai alat bantu, bahan simulasi, atau
program yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Media pembelajaran yang
telah banyak dikenal oleh guru antara lain peta, globe, diagram, poster, torso,
majalah, booklet, audio tape, komputer, dll. Pemanfaatan dan pemiliahan media
pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan materi yang akan diajarkan. Oleh
karena itu, media pembelajaran yang digunakan oleh guru Geografi berbeda dengan guru Biologi.
Misalnya, untuk menjelaskan tentang sistem organ tubuh manusia seorang guru
biologi menggunakan torso. Sedangkan untuk menjelaskan tentang benua dan
samudra didunia, seorang guru Geografi menggunakan peta. Oleh karena itu,
seorang guru harus mampu memilih media pembelajaran yang akan digunakan dengan
memperhatikan pertimbangan faktor- faktor sebagai berikut:
1. Objektivitas
Pemilihan media dilakukan secara
objektif berdasarkan hasil penelitian atau percobaan.
2.
Program pengajaran
Program pengajaran yang akan
disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik
isinya, strukturnya maupun kedalamannya.
3. Sasaran
program
Pemilihan media dilakukan dengan cara
melihat kesesuaian media dengan tingkat perkembangan peserta didik yang menjadi
sasaran program baik dari segi bahasa, simbol - simbol yang digunakan, cara dan
kecepatan penyajiannya, ataupun waktu penggunaannya.
4.
Situasi dan kondisi
Pemilihan media harus disesuaikan
dengan situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang dimaksud meliputi:
a. Situasi
dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan, seperti
ukurannya, perlengkapannya, ventilasinya, dll
b. Situasi
dan kondisi anak didik yang akan mengikuti pelajaran mengenai jumlahnya,
motivasi dan kegairahannya.
2.2.2 Alasan Teoretis Pemilihan Media Pembelajaran
Alasan pokok pemilihan
media pembelajaran, didasari atas konsep
pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas
yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan.
Jika kita lihat dari prosedur pengembangan desain instruksional maka diawali
dengan perumusan tujuan instruksional khusus sebagai pengembangan dari tujuan
umum. Kemudian
dilanjutkan dengan menentukan materi pembelajaran yang menunjang ketercapaian
tujuan pembelajaran serta menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Upaya
untuk mewujudkan tujuan pembelajaran ditunjang oleh media yang sesuai dengan
materi, strategi yang digunakan, dan karakteristik siswa. Untuk mengetahui
hasil belajar, maka selanjutnya guru menetukan evaluasi yang tepat, sesuai
tujuan dan materi.
Penyebab rendahnya hasil
belajar dapat meninjau ketepatan seluruh komponen diantaranya: kegagalan disebabkan karena rumusan tujuan
tidak sesuai dengan “row input” dan kemampuan awal siswa “entery behavior level”
siswa, tujuan yang ditetapkan tidak sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, materi yang diajarkan terlalu kompleks, terlalu sulit, sehingga tidak dikuasai sepenuhnya oleh siswa, strategi yang tidak tepat, dapat
membuat siswa tidak aktif, menjenuhkan, membosankan, tidak merangsang siswa
untuk aktif sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya, dll. Jika media dan strategi yang
digunakan sudah tepat,
maka perlu diuji evaluasi yang digunakan apakah sudah tepat, baik bentuknya,
jenis, instrument evaluasi dan prosedur evaluasinya. Dengan demikian pemilihan
media penting artinya dan ini menjadi alasan teoritis mendasar dalam pemilihan
media. Pentingnya pemilihan media pembelajaran dikemukakan oleh Gerlach dan
Elly sebagai berikut:

Prosedur pengembangan pembelajaran
menurut Gerlach dan Elly dengan menggunakan pendekatan sistem dapat dijelaskan bahwa perumusan tujuan instruksional merupakan
langkah pertama dalam merencanakan pembelajaran sebagai rumusan tingkah laku
yang harus dimiliki oleh siswa setelah selesai mengikuti pembelajaran. Langkah
kedua adalah merinci materi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang
pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Perlu juga dilakukan tes “entering
behavoiur level” yaitu untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki siswa yang sesuai dengan tujuan
pembelajaran sebagai dasar untuk menentukan dari mana guru harus mengawali
pembelajaran. Tujuan, isi dan entery behavior level menjadi dasar untuk
menetapkan komponen pembelajaran yang lainnya, yaitu: menentukan strategi yang
harus sesuai dengan karakteristik tujuan maupun materi yang diberikan juga
termasuk mengatur dan mengelompokan siswa. Menentukan media yang cocok
digunakan dalam pembelajaran disesuaikan dengan tujuan, strategi, waktu yang
tersedia, dan fasilitas pendukung lainnya. Secara teoritis menjadi dasar alasan
mengapa kita perlu melakukan pemilihan terhadap media, agar memiliki kesesuaian
dengan tujuan (specification of objective), kesesuaian dengan isi
(specification of content), strategi pembelajaran (deternamination of
strategy), dan waktu yang tersedia (allocation of time).
2.2.3
Alasan
Praktis Pemilihan Media Pembelajaran
Alasan
praktis berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan pengguna
(guru, dosen, instruktur, DLL) memilih media pembelajaran, sebagai berikut :
1. Demonstration
Media berfungsi sabagai
alat peraga pembelajaran, misalnya seorang dosen sedang menerangkan teknik
mengoperasikan Overhead Projector (OHP), pada saat menjelaskannya menggunakan
alat peraga berupa OHP, dengan cara mendemonstrasikan dosen tersebut
menjelaskan, menunjukan dan memperlihatkan cara-cara mengoperasikan OHP. Contoh
lain, seorang guru Biologi akan membelajarkan siswa tentang bentuk dan struktur
sel dengan menggunakan Mikroskop, maka sebelum pratikum dimulai, sebelum siswa
meletakan objek pada mikroskop untuk diamati maka guru tersebut menunjukan cara
kerja Mikroskop sesuai dengan prosedur yang benar, ini akan memperlancar proses
balajar dan menghindari resiko kerusakan pada alat pratikum yang digunakan.
Beberapa alasan tersebut sering melandasi pengguna dalam menggunakan media
yaitu bertujuan untuk mendemonstrasikan atau memperagakan sesuatu.
2. Familpese
Pengguna media
pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena
sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media
tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya
membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia
menggunakan media yang sama. Misalnya seorang dosen yang sudah terbiasa menggunakan
media Over Head Projector (OHP) dan Over Head Transparancy (OHT).
Media yang baik adalah bersifat
konstektual sesuai dengan realitas kebutuhan belajar yang dihadapi siswa. Media
OHP lebih tepat untuk mengajarkan konsep dan aspek-aspek kognitif, dapat
digunakan dalam jumlah siswa maksimal 50 orang dengan ruangan yang tidak
terlalu besar dan siswa cenderung pasif tidak dapat melibatkan secara optimal
potensi mental, emosiaonal dan motor skill, karena control pembalajaran ada
pada guru. OHP kurang tepat untuk mengajarakan keterampilan yang menuntut
demonstrasi, praktek langsung yang lebih membuat siswa aktif secara fisik dan
mental. Alasan familiarity tidak selamanya tepat, jika tidak memperhatikan
tujuannya.
3. Clarity
Mengapa guru menggunakan
media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan
penjelasan yang lebih konkrit. Pada praktek pembelajaran, masih banyak guru
tidak menggunkan media, tetapi kebanyakan guru menggunakan
metode ceramah
(ekspository), cara seperti ini memang tidak merepotkan guru untuk menyiapkan
media, cukup dengan menguasai materi, maka pembelajaran dapat berlangsung.
Namun cara pembelajaran seperti ini cenderung akan mengakibatkan verbalitas,
yaitu pesan yang disampaikan guru tidak sama dengan persepsi siswa. Disinilah
banyak pengguna media, memiliki alasan bahwa menggunakan media adalah untuk
membuat informasi lebih jelas dan konkrit sesuai kenyataanya.
4. Active
Learning
Salah satu aspek yang
harus diupayakan oleh guru dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan
secara aktif baik secara fisik, mental, dan emosional. Seperti pendapat Lesle
J. Briggs (1979) menyatakan bahwa media pembelajaran sebagai “the physical
means of conveying instructional content………………book, films, videotapes, etc.
lebih jauh Briggs menyatakan media adalah “alat untuk memberi perangsang bagi
peserta didik supaya terjadi proses belajar. Sedangkan mengenai efektifitas
media, Brown (1970) dengan cara menggaris bawahi bahwa media yang digunakan
guru atau siswa dengan baik dapat mempengaruhi efektifitas program belajar
mengajar. Contoh dilihat pada pelatihan Emotional Spiritual Question (ESQ),
salah satu tujuan pelatihan ini adalah menumbuhkan seoptimal mungkin motivasi
peserta untuk berbuat positif dengan spirit yang besar dan optimalisasi potensi
individu, diantaranya dengan cara mengkaji proses fenomena alam, untuk
mewujudkan tujuan ini digunakan banyak visualisasi (media video) untuk
memperlihatkan tayangan-tayangan yang mampu meningkatkan motivasi peserta, dan
hasilnya secara empirik terbukti mampu meningkatkan motivasi peserta.
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
3.1
Simpulan
Memilih media hendaknya
tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kesalahan pada saat
pemilihan, baik pemilihan jenis media maupun topik yang dimediakan, akan
membawa akibat panjang yang tidak kita inginkan dikemudian hari.
Ada beberapa faktor
yang perlu diperhatikan
dalam memilih media pembelajaran, diantaranya objektivitas, program pengajaran, sasaran program, serta situasi dan kondisi. Sedangkan alasan yang menjadi
faktor pertimbangan pemilihan media pembalajaran ada 2, yaitu alasan teoretis
dan alasan praktis. Alasan teoretis didasari atas konsep pembelajaran, sebagai sebuah sistem yang
didalamnya terdapat suatu
totalitas yang terdiri atas
sejumlah komponen yang
saling berkaitan untuk
mencapai tujuan, sedangkan alasan praktis meliputi demonstration, Pamilpese, clarity, active learning.
Setiap media pembelajaran
memiliki keunggulan masing-masing, oleh karena itu pendidik diharapkan dapat memilih media yang
sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa
penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan
pembelajaran.
3.2 Saran
Dengan mengetahui
bagaimana cara pemilihan media pembelajaran hendaknya, kita sebagai calon pendidik
dapat memahami dan mengetahui media-media apa yang cocok untuk digunakan dalam
proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran,
sehingga penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan
pemebelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Hernawan, A.H. et al (2007). Media Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press.
Erlina, (2009). Supermedia. Jakarta: Erlangga.
Prabowo, Andi. (2014) Faktor Pertimba ngan
Pemilihan Media Pembelajaran [Online]. Tersedia: http://prabowoandi.blogspot.co.id/2014/09/dasar-pertimbangan-pemilihan-dan.html?m=1. [26 Maret 2017].
Haryadi (2015). “Pengembangan
Media Pembelajaran Bahasa berbasis Lingkungan dan Teknologi”. Pengembangan
Media Pembelajaran Volume 3 No 1. 23-24.
Isdianto, Ary dan Suyata,
Pujiati. (2014). “Developing Computer
Assisted Learning Media In Teaching Reading For The First Grade Of Elementary
School Students” Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan. Volume 1 No 2. 179-180
Subscribe to:
Posts (Atom)